bukan korban facebook

18 Feb

Kalau dulu orangtua menakut-nakuti anaknya yang sering lupa waktu kalau sedang terlalu asyik bermain biasanya dengan menggunakan makhluk-makhluk imajiner, misalnya : “Awas lho, nanti kalau mainnya kejauhan, kamu digondol sama wewe gombel” atau “Dik, sudah malam, ayo pulang, sudah magrib, nanti kamu diculik sama dulitan lho.” Makhluk imajiner itu digambarkan berpakaian lusuh, membawa karung, dimana anak-anak yang diculik akan dimasukkan ke karung itu. yang kalau dipikir lagi, penggambaran makhluk itu kok lebih mirip pemulungBig Grin.

Di jaman yang serba canggih sekarang ini, anak-anak tidak lagi takut sama makhluk-makhluk imajiner itu. Mungkin anak sekarang lebih takut kalau kita bilang : “Jangan kebanyakan facebook-an, nanti kamu jadi korban facebook lho”Laughing.

Continue reading 

Tags: , , , , ,

ikhlas-in aja

12 Feb

“Ah, sial pagi ini gw telat, padahal tadi pagi gw berangkat seperti biasa, dasar KRL sialan tuh, ndak sesuai jadwal, imbasnya jadi ke gw deh, jadi kena potong kan penghasilan gw, emang mereka mau nanggung. Huh, jadi ndak mood buat kerja nih.”

Dan dia pun akhirnya menghilang dari ruangan, entah kemana. Biasanya kalau seperti ini baru akan kembali lagi di saat absen jam pulang kantor. Ini type orang orah rugi, tapi suka merugikan orang lain.

Kejadian macam begini ini seringkali terjadi. Gara-gara kesiangan, orang jadi mutung (mogok) atau kehilangan mood buat kerja. Continue reading 

Tags: , , ,

Pendidikan Kedinasan

10 Feb

Setelah tahun lalu Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) menuai kontroversi, tahun ini keluar lagi peraturan yang mengatur tentang pendidikan, namun kali ini lebih dikhususkan kepada pendidikan kedinasan. Iya, Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan sudah disahkan pada tanggal 22 Januari 2010.

Saat UU BHP disahkan, banyak pihak yang khawatir dengan akan makin mahalnya biaya pendidikan di negeri ini, karena perguruan tinggi diharapkan mampu mengelola pendanaannya secara mandiri, meski harus dengan mengutamakan prinsip nirlaba. Dan sepertinya apa yang dikhawatirkan itu terbukti. Biaya kuliah sekarang ini makin mahal. Salah satu solusi, kita bisa mengarahkan anak atau adik kita yang baru lulus SMA untuk masuk ke sekolah kedinasan, karena kuliah di sana gratis. Tapi sekarang setelah terbit PP No.14 Tahun 2010, solusi sudah tidak bisa dipakai lagi. Kenapa ?

Continue reading 

Tags: , , , , ,

INVICTUS

9 Feb

Anda tentu tahu Nelson Mandela, salah seorang tokoh dunia yang terkenal berasal dari Afrika Selatan. Dulu semasa masih kecil, saya pernah mengira bahwa beliau ini adalah orang Indonesia karena beliau yang sering tampak sedang mengenakan baju batik ketika tampil di televisi.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah film yang berjudul INVICTUS, yang kurang lebih menceritakan kehidupan beliau (baca : Nelson Mandela), tentang bagaimana beliau ini mulai memimpin sebuah negara yang terpecah belah, yang masih dipenuhi dengan aroma kebencian meski politik apartheid telah berakhir. Orang kulit hitam membenci orang kulit putih, begitu juga sebaliknya. Dengan kemuliaan hatinya, beliau tidak lagi mempermasalahkan segala yang terjadi di masa lalu, beliau ingin mengubah permusuhan itu, dan ingin mempersatukannya dalam sebuah negara, Afrika Selatan.

Dan olahraga rugby yang beliau pilih sebagai salah satu alat untuk mempersatukan semua warga negara. Karena menurutnya olahraga adalah bahasa universal

Continue reading 

Tags: , , ,

tangis, tasbih, lalu apa lagi ?

13 Jan

Akhir-akhir ini media massa tak pernah kehabisan berita, selalu saja ada kejadian yang heboh atau dibuat seolah-olah menghebohkan berkaitan dengan segala macam masalah yang menjangkiti negeri kita.  Contohnya saja soal pansus Century, banyak yang bisa diberitakan dari sidang-sidang mereka, dari gerak-gerik para anggota pansus, maupun orang-orang yang akan diundang untuk di-”interogasi”. Dari yang penting dan memang bener-bener penting, sampe dari yang remeh-temeh tanpa kaitan langsung dengan kasus Century itu, yang bagi saya pribadi kok ya kayak gitu diberitakan, mbok ya yang lainnya.

Contohnya berita mengenai ada tangis menangis dalam memutuskan apakah bank Century itu layak diselamatkan atau tidak. Yang ingin saya soroti adalah bagian yang saya tebalkan dan garis bawahi itu. Bahkan saya mendengar ada anggota pansus yang nyeletuk, kira-kira bertanya : “itu tangis sedih atau tangis bahagia?” Penting ya? barangkali penting, mungkin dianggap itu menunjukkan suasana psikologis dari pembuat keputusan saat itu, tapi buat saya kok ya ngapain tangis-tangisan gitu dibahas di sidang. Sampai muncul pula tanggapan tidak benar ada tangis-menangis di sana. Lha kok malah bahas tangisannya ?

Eh pagi ini ada yang baru lagi, soal ibu menteri yang bertasbih. Katanya ada kamera salah satu stasiun tv yang sempat menangkap tangan bu menteri sedang bertasbih saat ditanyai para anggota pansus. Berita lebih lengkapnya silakan di baca di sini. Dengan diberitakan membuat bertasbih itu seakan-akan hal yang wah padahal kan lumrah. Semoga saja kegiatan bertasbih itu yang dilakukan ibu menteri itu tak dianggap untuk mengusir roh-roh jahat seperti halnya yang sering kita lihat di film-film atau sinetron horror. Atau kelak, beberapa puluh tahun nanti, tiba-tiba muncul sebuah lelang, lelang tasbih. Ini loh tasbih yang dipakai bu menteri waktu menghadapi pansus dalam kasus bank Century, dan tasbih itu pun terjual dengan harga mahal layaknya barang langka yang pantas dikoleksi oleh para kolektor, hahahaha…itu hanya khayalan saya saja.

Ah sudahlah, barangkali ini cuma akibat rasa eneg saya terhadap berita-berita itu sehingga tidak bisa melihat sisi menarik dari berita-berita itu. Saya tidak menyalahkan sumber berita, atau pembuat berita, tapi saya sendiri, yo kok ya saya masih mau aja mengikuti berita-berita macam begitu, hahahaha….

Tags: , ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.